Kaki Lecet karena Sepatu Baru? Ini Cara Merawat & Mencegahnya
dewave.id - Sepatu baru memang bikin semangat. Tapi kadang, baru dipakai setengah hari, tumit sudah perih dan kulitnya mengelupas. Rasanya ingin langsung copot sepatu di tengah jalan, kan?
Kaki lecet karena sepatu adalah hal yang sangat umum. Kabar baiknya, sebagian besar bisa dirawat di rumah dan dicegah dengan kebiasaan sederhana. Yuk, kita bahas pelan-pelan.
Kenapa Sepatu Bisa Bikin Kaki Lecet?
Lecet terjadi karena gesekan berulang antara kulit dan permukaan sepatu. Lama-lama lapisan kulit teratas terkikis, atau muncul lepuh berisi cairan sebagai cara kulit melindungi diri.
Beberapa pemicunya:
Sepatu masih kaku, belum menyesuaikan bentuk kaki.
Ukuran kurang pas, terlalu sempit atau terlalu longgar sehingga kaki bergeser.
Kaki lembap atau berkeringat, membuat kulit lebih mudah terkikis.
Tanpa kaus kaki, atau kaus kaki yang bahannya kurang menyerap keringat.
Jalan atau berdiri lama dengan sepatu yang sama.
Area yang paling sering lecet: tumit belakang, kelingking, jempol, dan punggung kaki.
Cara Merawat Kaki yang Lecet
Bersihkan dengan lembut
Cuci area lecet dengan air mengalir dan sabun lembut. Keringkan dengan cara ditepuk, bukan digosok.
Jangan pecahkan lepuh
Kalau muncul lepuh, sebisa mungkin biarkan utuh. Kulit di atasnya berfungsi seperti pelindung alami. Jika pecah sendiri, jangan dikelupas, cukup dibersihkan dan ditutup.
Tutup dengan plester atau kasa
Gunakan plester luka atau kasa steril agar area lecet terlindung dari gesekan dan kotoran.
Istirahatkan dari sepatu pemicu
Sementara waktu, pakai alas kaki yang terbuka di bagian yang lecet, misalnya sandal yang nyaman, supaya luka tidak terus tergesek.
Perhatikan tanda infeksi
Segera periksakan ke dokter jika area lecet makin merah, bengkak, terasa panas, bernanah, atau nyerinya bertambah. Kamu yang punya diabetes atau gangguan sirkulasi sebaiknya lebih waspada dan berkonsultasi lebih awal.
Tips Mencegah Kaki Lecet karena Sepatu
Pilih ukuran yang pas. Coba sepatu di sore hari, saat kaki biasanya sedikit lebih besar.
"Latih" sepatu baru. Pakai dulu di rumah selama beberapa jam sebelum dipakai seharian.
Pakai kaus kaki yang tepat. Pilih bahan yang menyerap keringat dan tidak berlipat.
Lindungi titik rawan. Tempel plester di tumit atau kelingking sebelum lecet muncul.
Jaga kaki tetap kering. Ganti kaus kaki jika basah oleh keringat.
Bergantian sepatu. Jangan pakai sepatu yang sama setiap hari tanpa jeda.
Rawat kulit kaki. Kulit yang terlalu kering lebih mudah pecah, sedangkan kulit yang menebal di titik gesekan bisa berubah jadi kapalan.
Lecet, Kapalan, dan Gesekan Berulang
Tahukah kamu? Gesekan yang terus-menerus di titik yang sama, misalnya karena sepatu yang kurang pas, bisa membuat kulit menebal sebagai bentuk perlindungan. Inilah yang kita kenal sebagai kapalan atau callus.
Jadi, merawat kaki bukan hanya soal mengobati lecet, tapi juga menjaga kulit kaki tetap halus dan seimbang, supaya tidak mudah lecet atau menebal.
Saat Kaki Butuh Dimanjakan
Setelah lecet sembuh total, kaki kamu pantas mendapat perhatian lebih. Di de WAVE, kamu bisa mencoba Kumi Callus untuk perawatan kulit kaki yang menebal, atau Foot Spa untuk memanjakan kaki yang lelah setelah seharian beraktivitas.
Catatan penting: tunggu sampai luka lecet benar-benar sembuh sebelum melakukan perawatan kaki, ya. Sampaikan juga kondisi kakimu ke terapis supaya perawatannya bisa disesuaikan.
Kaki yang nyaman bikin langkah lebih ringan. Yuk, booking perawatan kaki di outlet de WAVE terdekat.
Comments