Merasa Tidak Berharga? Ini 7 Cara Membangun Self Worth Sendiri
- 6 hours ago
- 4 min read
dewave.id - Kamu mungkin pernah ada di posisi ini, pekerjaan selesai tepat waktu, pujian datang dari mana-mana, target tercapai. Tapi anehnya, rasa puas itu cuma bertahan sebentar. Setelahnya, muncul lagi perasaan bahwa kamu masih kurang.
Kalau ini sering terjadi, penyebabnya bisa jadi berkaitan dengan self worth, yaitu cara kamu menilai dirimu sendiri. Ketika nilai itu sedang menurun, kamu cenderung haus pengakuan, cemas mengecewakan orang lain, menghakimi diri berlebihan, sampai tidak percaya pada kemampuan yang jelas-jelas kamu miliki.
Kabar baiknya, hal ini bisa kamu bangun sendiri tanpa menunggu pengakuan siapa pun. Berikut tujuh hal yang bisa dicoba secara bertahap.

1. Cari Tahu Kapan Rasa Itu Bisa Muncul
Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah memetakan situasi. Apakah muncul sehabis dikritik atasan, setelah melihat unggahan pencapaian teman, atau begitu kamu membuat kekeliruan kecil di kantor.
Perhatikan juga reaksi yang muncul setelahnya. Mungkin kamu jadi takut mengecewakan orang, terus mencari pengakuan, atau merasa harus sempurna terus. Begitu polanya kamu kenali, perasaan itu jadi lebih mudah dikendalikan saat datang lagi di lain waktu.
2. Uji Dulu Kebenaran Pikiran Negatifmu
Ketika penilaianmu terhadap diri sendiri sedang buruk, suara negatif di kepala sering kamu terima sebagai kebenaran. Padahal belum tentu begitu.
Kepalamu berbisik bahwa kamu pasti gagal, atau bahwa orang-orang di sekitarmu diam-diam tidak menyukaimu. Sebaiknya, cari bukti konkret yang mendukung tuduhan itu, biasanya kamu tidak akan menemukannya.
Setelah itu, susun kalimat pengganti yang lebih adil untuk dirimu. Contohnya, satu kegagalan tidak mendefinisikan siapa dirimu, atau harga dirimu tidak berkurang hanya karena hari ini berantakan. Pilih rangkaian kata yang memang bisa kamu percayai, bukan sekadar terdengar bagus.
3. Kurangi Ketergantungan pada Penilaian Orang Lain
Dipuji itu menyenangkan, tidak ada yang salah dengan itu. Masalahnya muncul kalau rasa berharga kamu sepenuhnya bergantung pada apa kata orang.
Bayangkan saja, hari ini dipuji kamu merasa hebat. Besok dikritik sedikit, kamu langsung merasa tidak berguna. Kondisi seperti ini melelahkan karena perasaanmu jadi naik turun mengikuti orang lain.
Mulailah belajar memberi pengakuan pada diri sendiri. Selesai mengerjakan sesuatu, tidak perlu menunggu orang bilang bagus. Cukup akui sendiri bahwa kamu sudah berusaha semaksimal mungkin.

4. Ambil Sikap Layaknya Orang yang Sudah Yakin pada Dirinya
Perasaan kurang berharga bisa memengaruhi keputusan harianmu. Kamu jadi sulit menolak permintaan, ragu menyampaikan pendapat, atau selalu merasa harus menyenangkan semua orang.
Begitu situasinya muncul, ajukan pertanyaan ini ke dirimu sendiri. Seandainya keraguan itu tidak ada, kira-kira apa yang akan kamu lakukan?
Jawabannya bisa bermacam-macam. Mungkin berani angkat suara di rapat, memutuskan sesuatu tanpa harus meminta restu semua orang, atau menolak tambahan pekerjaan yang jelas di luar kapasitasmu. Tindakan sekecil itu perlahan menumbuhkan keyakinan pada kemampuanmu.
5. Perbaiki Suasana Hati Sebelum Ambil Langkah
Saat suasana hati sedang jatuh, isi kepala biasanya ikut berantakan. Persoalan sepele bisa terasa berat karena kamu menilainya dalam kondisi emosi yang belum stabil.
Karena itu, jangan langsung buru-buru mencari jalan keluar. Beri jeda dulu untuk dirimu, entah dengan mengatur napas, keluar sebentar untuk berjalan, atau sekadar duduk diam beberapa menit tanpa menyentuh ponsel.
Begitu emosi mereda, biasanya kamu bisa melihat situasinya jauh lebih jernih. Keputusan yang diambil pun cenderung lebih masuk akal.
6. Bicara pada Diri Sendiri, Seperti Bicara pada Sahabat
Sekarang bayangkan sahabatmu yang mengalami kegagalan serupa. Kamu pasti tidak akan menghakiminya habis-habisan, kan? Kemungkinan besar kamu justru menenangkan dan mengingatkan bahwa semua orang pernah salah.
Perlakukan dirimu dengan cara yang sama. Bukan berarti kamu tidak mau mengevaluasi diri, tapi belajar menghadapi kesalahan tanpa harus menghancurkan diri sendiri.

7. Rekam Perjalananmu Lewat Catatan Harian
Membangun self worth itu butuh waktu, tidak bisa instan. Journaling membantu kamu melihat perjalanan itu secara nyata.
Kamu tidak harus menulis berlembar-lembar tiap malam. Tiga atau empat kalimat sudah memadai. Tuliskan peristiwa apa yang memicu perasaan itu, apa yang terlintas di kepalamu, lalu bagaimana kejadian tersebut bisa dibaca dari sudut pandang lain.
Setelah beberapa minggu berjalan, catatan itu akan memperlihatkan pola sekaligus kemajuan yang selama ini luput dari perhatianmu.
Jangan Lupa Merawat Tubuh, Bukan Cuma Pikiran
Ada satu hal yang sering terlewat saat orang bicara soal self worth. Menghargai diri sendiri itu bukan cuma soal cara berpikir, tapi juga soal bagaimana kamu memperlakukan tubuhmu.
Orang yang merasa kurang berharga biasanya menempatkan dirinya di urutan terakhir. Istirahat ditunda, tubuh yang pegal dibiarkan, waktu untuk diri sendiri selalu kalah dari kepentingan orang lain.
Menyempatkan waktu untuk merawat tubuh sebenarnya bentuk nyata dari menghargai diri. Kalau kamu lagi cari pijat terdekat untuk melepas penat, De WAVE Family Massage & Beauty Salon bisa jadi pilihan. Bahu dan punggung yang kaku setelah berhari-hari bekerja bisa dikendurkan, dan kamu punya waktu tenang tanpa gangguan.

Kadang yang kamu butuhkan bukan nasihat tambahan, tapi istirahat sejenak dari semua tuntutan. Momen seperti ini penting dilakukan, apalagi kalau kamu sibuk bekerja, tanpa memberi kesempatan tubuh untuk beristirahat.
Buat kamu yang mencari massage terdekat atau reflexology terdekat, De WAVE Family Massage & Beauty Salon menyediakan banyak pilihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu. Ajak keluarga atau orang terdekat, biar kamu bisa merasakan momen santai bersama.
Perawatan seperti ini bukan sebagai pengganti penanganan masalah emosional. Ini lebih ke cara sederhana memperlakukan dirimu dengan baik, sebuah kebiasaan kecil yang bisa membentuk cara merawat diri sendiri.
Kapan Sebaiknya Mencari Bantuan Profesional
Perasaan tidak berharga yang datang sesekali itu wajar dan dialami hampir semua orang. Tapi kalau perasaan itu bertahan berminggu-minggu, membuatmu sulit menjalani aktivitas, atau mulai memengaruhi tidur dan nafsu makan, sebaiknya jangan ditangani sendirian.
Berbicara dengan psikolog atau tenaga profesional bukan tanda kamu lemah. Justru itu langkah berani yang menunjukkan kamu serius merawat diri. Kalau belum siap, mulai saja dari bercerita ke satu orang yang kamu percaya.


Comments