Sering Makan Saat Stres atau Sedih? Bisa Jadi Kamu Alami Emotional Eating
- 7 hours ago
- 2 min read
dewave.id - Banyak orang tanpa sadar memiliki kebiasaan makan saat sedang stres, sedih, atau merasa tertekan. Misalnya ketika pekerjaan menumpuk, hubungan sedang bermasalah, atau sedang merasa lelah secara emosional. Saat kondisi seperti ini, makanan sering dijadikan pelarian untuk menenangkan diri. Jika hal ini sering terjadi, bisa jadi Anda sedang mengalami emotional eating.

Apa Itu Emotional Eating?
Emotional eating adalah kebiasaan makan yang muncul karena dorongan emosi, bukan karena rasa lapar. Jadi, seseorang makan bukan karena tubuh membutuhkan energi, tetapi karena ingin meredakan perasaan seperti stres, sedih, bosan, atau bahkan marah.
Biasanya makanan yang dipilih adalah makanan yang memberikan rasa nyaman, seperti cokelat, makanan manis, gorengan, atau camilan tinggi kalori. Makanan tersebut bisa memberikan rasa senang untuk sementara waktu, tetapi efeknya tidak bertahan lama. Setelah itu, sebagian orang justru merasa bersalah karena makan terlalu banyak.

Tanda-Tanda Emotional Eating
Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami emotional eating. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain, makan meski tidak lapar, tiba-tiba ingin makanan tertentu saat sedang stres, atau sulit berhenti makan setelah mulai ngemil.
Selain itu, seseorang yang mengalami emotional eating sering menjadikan makanan sebagai cara untuk menghibur diri. Ketika sedang sedih atau lelah, makanan dianggap sebagai cara tercepat untuk merasa lebih baik.
Dampak Emotional Eating bagi Kesehatan
Jika terjadi sesekali, emotional eating mungkin tidak terlalu berdampak besar. Namun jika menjadi kebiasaan, hal ini bisa mempengaruhi kesehatan tubuh.
Makan berlebihan, terutama makanan tinggi gula dan lemak, dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Cara Mengatasi Emotional Eating
Mengatasi emotional eating tidak harus dilakukan secara drastis. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengenali perasaan yang sedang Anda alami. Saat ingin makan, coba tanyakan pada diri sendiri apakah benar-benar lapar atau hanya sedang mencari pelampiasan emosi.
Selain itu, mencari aktivitas lain bisa membantu meredakan emotional eating Anda. Misalnya dengan berjalan santai, mendengarkan musik, berolahraga ringan, atau melakukan aktivitas yang membuat pikiran lebih tenang.

Relaksasi Tubuh untuk Mengurangi Stres
Emotional eating sering terjadi karena stres yang berlebihan. Agar pikiran Anda tetap segar ketika melakukan aktivitas, Anda perlu relaksasi tubuh seperti body massage, reflexology atau head therapy.
Treatment ini membantu tubuh lebih rileks, melancarkan peredaran darah, dan membantu meredakan ketegangan otot akibat aktivitas sehari-hari. Ketika tubuh dan pikiran lebih tenang, keinginan untuk makan karena emosi biasanya akan berkurang.
Jika Anda ingin merasakan relaksasi yang nyaman dan profesional, Anda bisa mencoba layanan di De WAVE Family Massage & Beauty Salon. Dengan layanan seperti body massage, reflexology dan head therapy, tubuh terasa lebih segar dan pikiran pun menjadi lebih rileks.


Comments