Bukan Kata Motivasi, Ini 3 Kalimat Orang Bermental Tangguh
dewave.id - Kamu pasti pernah membaca kutipan motivasi di media sosial. Tulisannya indah, fotonya estetik, dan membuat kamu bersemangat. Apakah efek ini akan bertahan lama? Biasanya tidak sampai sehari.
Menariknya, orang-orang yang benar-benar tangguh menghadapi masalah, jarang mengandalkan kutipan motivasi. Mereka punya kalimat sendiri yang jauh lebih sederhana, bahkan terdengar biasa saja.
Dr. Cortney S. Warren, seorang psikolog lulusan Harvard, menjelaskan bahwa orang bermental kuat sering mengucapkan kata ajaib, ketika hidup sedang gagal. Melansir dari laman CNBC Make It, menariknya kata ajaib itu tidak terdengar seperti kutipan motivasi.

Kenapa Kutipan Motivasi Tidak Memiliki Pengaruh
Sebelum masuk ke tiga kalimat ajaib, ada baiknya kita pahami dulu kenapa kalimat motivasi tidak berpengaruh.
Masalahnya terletak pada janjinya yang terlalu besar. Kalimat seperti "kamu bisa meraih apa pun yang kamu mau" terdengar hebat, tapi otakmu diam-diam menolaknya karena tahu itu tidak sepenuhnya benar. Saat kamu sedang gagal, kalimat semacam itu justru terasa mengejek.
Berbeda dengan tiga kalimat yang akan dibahas berikut. Semuanya terdengar sederhana, tapi masuk akal dan bisa diterima, bahkan saat kondisi sedang buruk.
1. Aku Bisa Melewati Ini
Perhatikan pilihan katanya, bukan "aku pasti menang" atau "semua akan baik-baik saja", melainkan sekadar bisa melewati.
Perbedaan ini penting. Kalimat pertama menuntut hasil yang belum tentu terjadi, sementara kalimat kedua hanya menyatakan bahwa kamu akan sampai. Tidak ada kepastian bahwa prosesnya menyenangkan, tidak ada jaminan kamu keluar tanpa luka. Yang dijanjikan cuma satu, kamu akan bertahan.
Tuntutan yang realistis, otak lebih mudah menerimanya. Sehingga, kalimat itu berubah jadi pegangan saat kamu merasa ingin menyerah.
Cobalah ucapkan saat sedang menghadapi pekerjaan yang menumpuk atau masalah yang belum ada jalan keluarnya. Rasanya akan berbeda dibanding memaksa diri berpikir positif.
2. Ini Pun Akan Berlalu
Kalimat kedua berhubungan dengan cara kita memandang waktu saat sedang susah. Ketika berada di tengah masalah, otak punya kebiasaan buruk. Ia membuat kondisi ini terasa seperti akan berlangsung selamanya. Padahal kalau kamu ingat-ingat lagi, masalah terbesarmu lima tahun lalu kemungkinan besar sudah tidak terasa apa-apa sekarang.
Orang bermental tangguh memahami bahwa tidak ada kondisi yang benar-benar menetap. Bukan berarti rasa sakitnya langsung hilang, tetapi intensitasnya akan berkurang seiring waktu. Kalimat ini bukan ajakan untuk menghindar dari masalah. Kamu tetap harus menghadapinya dengan kesadaran, bahwa fase ini punya ujung.
3. Aku Masih Punya Hal yang Patut Disyukuri
Kalimat ketiga mungkin yang paling sering disalahpahami. Secara alami, otak manusia lebih peka terhadap ancaman dibanding hal baik. Akibatnya, saat hal buruk terjadi, perhatianmu langsung terkunci dan mengabaikan hal lain yang sebenarnya masih berjalan baik. Bukan untuk menghindari keadaan yang sedang sulit, tapi untuk mengingatkan bahwa tidak semuanya buruk.
Cara paling praktis adalah menyebutkan hal yang konkret. Bukan sekadar "aku bersyukur", misalnya bersyukur masih ada tempat tinggal, masih ada satu teman yang bisa dihubungi, atau tubuh masih sehat untuk bekerja besok.

Ketangguhan Juga Butuh Tubuh yang Terawat
Hal yang jarang dibahas adalah sisi fisik dan ketangguhan mental. Padahal keduanya saling terhubung. Ketika kamu kurang tidur dan badan pegal, masalah sekecil apa pun terasa lebih berat. Sebaliknya, setelah istirahat cukup, persoalan yang sama tiba-tiba terasa lebih mudah dihadapi. Kondisi tubuh dapat memengaruhi cara kamu menilai situasi.
Merawat fisik merupakan bagian dari membangun ketahanan mental. Kalau kamu sedang mencari pijat terdekat untuk melepas ketegangan setelah minggu yang berat, De WAVE Family Massage & Beauty Salon bisa jadi salah satu pilihan. Otot yang kaku setelah berhari-hari bekerja bisa relax, dan pikiran akan terasa lebih ringan.
Orang yang tangguh bukan berarti tidak pernah lelah. Mereka tahu kapan harus berhenti sejenak untuk mengumpulkan tenaga.



Comments