Cepat Lelah Padahal Tidur Cukup? Ini 5 Cara Atasi Burnout
dewave.id - Kamu sudah tidur delapan jam semalam. Tidak begadang, tidak terbangun tengah malam. Tapi begitu membuka mata, badan terasa berat dan rasanya ingin kembali berbaring. Jika kondisi ini berulang selama berminggu-minggu, kemungkinan besar masalahnya bukan pada jumlah jam tidurmu.
Tubuh manusia mengenal beberapa jenis kelelahan, dan masing-masing butuh penanganan berbeda.
Lelah fisik bisa diatasi dengan tidur. Misalnya, setelah seharian bekerja atau berolahraga, tubuh butuh waktu untuk memperbaiki diri dan tidur bisa jadi solusi masalah tersebut.
Namun, ada jenis lain yang berbeda sifatnya. Kelelahan emosional muncul karena terus-menerus menahan perasaan, menghadapi tekanan, atau berpura-pura baik-baik saja. Ada pula kelelahan mental karena terlalu banyak berpikir dan mengambil keputusan sepanjang hari.
Dua jenis terakhir inilah yang tidak bisa diselesaikan dengan tidur. Kamu bisa tidur sepuluh jam dan tetap bangun dengan perasaan kosong, karena yang butuh istirahat bukan ototmu, tapi pikiranmu.

Membedakan Lelah Biasa dan Burnout
Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kamu tahu di posisi mana kondisimu berada.
Lelah biasa punya penyebab yang jelas, dan hilang setelah beristirahat. Habis lembur tiga hari, kamu capek, lalu pulih setelah akhir pekan.
Burnout tidak begitu, rasa lelah masih bisa dirasakan, meski beban kerja sudah berkurang. Yang muncul bukan sekadar capek, melainkan rasa hampa dan hilangnya minat pada hal-hal yang dulu kamu sukai. Bahkan, hal menyenangkan akan terasa datar.
Kalau kamu merasa lebih cocok dengan gambaran kedua, lima langkah berikut bisa kamu coba.
1. Perbaiki Kualitas Tidurnya, Bukan Cuma Durasinya
Delapan jam tidur belum tentu delapan jam istirahat yang berkualitas. Kalau kamu tidur sambil memikirkan pekerjaan besok, tubuhmu tidak pernah benar-benar istirahat.
Cobalah membangun jeda antara aktivitas dan waktu tidur. Letakkan ponselmu sekitar setengah jam sebelum waktu tidur, dan usahakan tidak membuka email pekerjaan ketika sudah berada di atas kasur.
Konsistensi jam tidur juga berpengaruh besar. Tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari, membantu tubuh mengenali kapan waktunya benar-benar beristirahat.
2. Kurangi Jumlah Keputusan Harian
Penyebab kelelahan yang paling sering tidak disadari, setiap hari kamu mengambil ratusan keputusan kecil, mulai dari mau pakai baju apa sampai balas pesan yang mana dulu. Meski terasa sepele, ini akan menguras energi mental.
Solusi sederhana yang bisa kamu lakukan, buat beberapa keputusan jadi otomatis. Siapkan pakaian malam sebelumnya, tetapkan menu sarapan yang sama untuk beberapa hari, dan batasi waktu membalas pesan pada jam tertentu saja.
3. Ambil Jeda dari Layar, Bukan Sekadar dari Pekerjaan
Banyak orang mengira, istirahat berarti berhenti bekerja. Padahal, berhenti bekerja langsung membuka media sosial, bukan istirahat yang sesungguhnya.
Otak akan menerima informasi baru, dan membandingkan diri dengan orang lain. Inilah alasan, kenapa kamu bisa rebahan tiga jam tapi bangun dengan perasaan yang sama lelahnya.
Coba sesekali beristirahat tanpa layar. Duduk di teras, mendengarkan musik sambil memejamkan mata, atau berjalan tanpa tujuan selama lima belas menit. Rasanya akan berbeda.
4. Bicarakan dengan Orang yang Kamu Percaya
Kelelahan emosional biasanya menumpuk karena tidak pernah dikeluarkan. Kamu menahan kesal pada pekerjaan, menyimpan kecewa, dan berpura-pura semuanya terkendali.
Menceritakannya pada satu orang saja, sudah cukup membantu. Tidak perlu mencari solusi, kadang didengarkan saja sudah mengurangi bebannya.
Kalau kamu merasa tidak punya siapa-siapa untuk diajak bicara, menulis juga bisa jadi jalan keluar. Tuangkan saja apa yang kamu rasakan tanpa memikirkan susunan kalimatnya.
5. Pulihkan Sisi Fisiknya Juga
Meski penyebabnya bersifat mental, burnout meninggalkan jejak yang nyata di tubuh. Bahu menegang, punggung pegal, dan leher kaku adalah keluhan yang paling sering muncul.
Masalahnya, ketegangan ini bekerja dua arah. Tubuh yang tidak nyaman, membuat suasana hati makin buruk, dan suasana hati yang buruk, membuatmu makin tidak peduli pada kondisi tubuh.
Bagi kamu yang sedang bingung memilih tempat pijat terdekat untuk meredakan pegal yang sudah menumpuk, De WAVE Family Massage & Beauty Salon bisa dijadikan rekomendasi tempat pijat.

Kenapa Perawatan Massage Bisa Membantu Pemulihan
Manfaatnya tidak berhenti pada otot yang mengendur. Ada sisi lain yang sering terasa setelah mencobanya sendiri.
Selama sesi berlangsung, kamu berada di ruang tanpa notifikasi, tanpa tuntutan, dan tanpa keputusan yang harus diambil. Buat orang yang sedang mengalami kelelahan mental, kondisi seperti ini justru yang paling dibutuhkan.
Ada beragam pilihan yang bisa disesuaikan dengan keluhanmu, termasuk massage terdekat untuk area punggung dan bahu, atau reflexology terdekat bagi kamu yang kakinya terasa berat setelah seharian beraktivitas. Cukup sampaikan bagian mana yang paling mengganggu supaya penanganannya lebih terarah.
Kalau tubuhmu terus mengirim sinyal lelah dan kamu terus mengabaikannya, cepat atau lambat akan memaksamu berhenti dengan caranya sendiri.
Daripada menunggu sampai di titik itu, beri dirimu jeda untuk berisirahat. De WAVE Family Massage & Beauty Salon menyediakan berbagai layanan yang bisa disesuaikan dengan kondisimu, dan kamu bebas datang sendiri maupun bersama keluarga.
Cek ketersediaan jadwal disini atau hubungi langsung cabang De WAVE terdekat. Satu jam istirahat hari ini, bisa menyelamatkan seluruh aktivitas.



Comments